Purworejo, purworejo24.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dibuka hari ini. Sistem zonasi yang diterapkan dalam pendaftaran itu menunai pro dan kontra dari berbagai pihak, termasuk kepala sekolah yang tidak setuju adanya sistem tersebut.
Peraturan zonasi sendiri dikeluarkan oleh Mendikbud RI dan Mendagri RI. Bagi sekolah favorit, hal tersebut dinilai merugikan karena penerimaan siswa tidak lagi hanya tergantung dari nilai prestasi para siswa, namun juga tempat tinggal.
“Saya sebenarnya secara pribadi nggak setuju ya sistem zonasi ini, karena yang jelas kan orang tua yang benar-benar pingin menyekolahkan anaknya ke sekolah yang bermutu jadi tidak terpenuhi, saya lebih setuju dengan sistem yang lama. Jadi memang anak-anak yang sudah berprestasi dibekali sejak awal bisa sesuai keinginannya (di sekolah favorit),” kata Kepala Sekolah SMP N 2 Purworejo, Yosiyanti Wahyuningtyas ketika ditemui purworejo24 di ruangannya, Senin (17/6/2019).

Sistem zonasi pada PPDB tahun ini sendiri dibagi menjadi beberapa kriteria yakini zona utama, zona 1, zona 2 dan zona 3. Dari beberapa kategori itu, regulasi yang ditentukan untuk zona utama menjadi masalah yang paling pelik lantaran adanya kuota maksimal 20 persen untuk siswa yang berdomisili di 3 kelurahan sekitar sekolah tanpa mempertimbangkan nilai. Dengan perhitungan tersebut, SMPN 2 Purworejo berkewajiban menyediakan kuota sebesar 45 siswa atau 20 persen dari kuota penerimaan siswa baru (224 siswa) untuk kuota zona utama.
“Jadi ketentuannya memang seperti itu, 45 siswa yang masuk zona utama otomatis diterima setelah diverifikasi tanpa pertimbangan NEM. Misal nilainya rendah ya tetap diterima,” lanjutnya.
SMP N 2 Purworejo sendiri merupakan sekolah favorit karena dari segi prestasi mendapatkan peringkat pertama jika dibanding sekolah lain di Purworejo. Pada tahun 2019 ini, SMPN 2 Purworejo mendapat rangking 13 tingkat nasional untuk rata-rata nilai Ujian Nasional. Sedangkan di tingkat propinsi rangking 4 dan rangking 1 di tingkat kabupaten. Adanya siswa yang masuk dengan nilai rendah diharapkan tidak membuat peringkat sekolah merosot.
“Ya tentu kita harus kerja keras, kreatif, inovatif dalam kegiatan belajar mengajar. Saya percaya proses itu sangat menentukan. Meskipun inputnya rendah nanti outputnya tetap bagus, ya harapannya si peringkat sekolah tidak merosot,” imbuhnya. (p24-rex)
Baca juga: Demi Anaknya Masuk Sekolah Favorit, Puluhan Orang Tua Rela Tidur di Trotoar Depan SMPN 2
Masuk Sekolah Favorit Tanpa Perlu Nilai tinggi, Pendaftar Zona Utama Merasa Diuntungkan
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








